Menganalisa Kehidupan Sosial, Politik, Ekonomi Indonesia

Pada jaman kerajaan Hindu-Buddha, ada kebiasaan menuliskan suatu peristiwa penting dalam batu bertulis (prasasti). Kebiasaan tersebut ternyata sangat bermanfaat, karena berkat prasasti tersebut kita sebagai generasi penerus memperoleh informasi, baik menyangkut kehidupan sosial, politik maupun ekonomi dari kerajaan tersebut.
Coba perhatikan isi prasasti tugu berikut ini !

“Dulu kali Chandrabhaga telah digali oleh maharaja yang mulia dan mempunyai lengan kencang dan kuat (yakni Raja Purnawarman) buat mengalirkannya ke laut. Setelah (kali ini) sampai di istana kerajaan yang termashur. Di dalam tahun kedua puluh duanya dari tahta yang mulia Raja Purnawarman yang berkilau-kilauan karena kepandaian dan kebijaksanaannya serta menjadi panji segala raja, (maka sekarang) beliau memerintahkan pula untuk menggali kali yang permai dan berair jernih, Gomati namanya, setelah sungai itu mengalir di tentah-tengah kediaman yang mulia Sang Pendeta (nenek Sang Purnawarman).
Pekerjaan ini dimulai pada hari yang baik tanggal 8 paro bulan Caitra, jadi hanya 21 hari saja sedang galian itu panjangnya 6122 tombak. Selamatan baginya dilakukan oleh brahmana disertai 1000 ekor sapi yang dihadiahkannya.”

Berdasarkan isi prasasti Tugu tersebut kita dapat menganalisa kehidupan politik, ekonomi dan sosial kerajaan Tarumanegara! Raja Purnawarman ternyata seorang raja yang bijaksana, perkasa dan memikirkan kesejahteraan rakyatnya. Bandingkan dengan kehidupan Indonesia sekarang, terutama setelah mengenyam kemerdekaan selama 65 tahun. Banyak kemajuan yang telah dicapai negara ini, namun di pihak lain mayoritas penduduknya banyak yang miskin. Tanah air yang kaya makmur ini seolah hanya dinikmati segelintir orang.

Komentar

  1. Inilah yang diharapkan dari seorang pemimpin yaitu kesanggupannya untuk memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Saya berharap agar jiwa Raja Purnawarman tumbuh di dalam kehidupan pemerintahan Indonesia sekarang.

    Immay XI IPA 4

    BalasHapus
  2. sangat setuju...
    bahwa kita mesti bersyukur tinggal ditempat dengan SDA yang kaya dan melimpah tapi kenapa justru rakyat yang mendiami wilayah trsbt miskin dan terlunta-lunta. Kekayaan SDA hanya dinikmati oleh segelintir orang yang merasa mempunyai kekuasaan untuk itu. IRONIS !!!

    SOFAH DWI A XI-IPA 5

    BalasHapus
  3. "...,namun di pihak lain mayoritas penduduknya banyak yang miskin"

    Ketidakseimbangan ini disebabkan oleh prioritas pemerintah sekarang bukan lagi kesejahteraan rakyat. Hubungan antar negara sepertinya jauh lebih penting. Indonesia selalu berusaha untuk membuat citra baik keluar tanpa memperhatikan ke dalam. Saat ini, kita perlu pemimpin yang dapat membuka mata semua orang. Bukan sebagian kalangan saja.

    Yasmin Z. Azizah XI IPA 3

    BalasHapus
  4. bahwa ternyata para pemimpin kita dari zaman dahulu , telah terbiasa mengayomi rakyatnya sehingga sejahtera kehidupannya .

    Semoga di kemudian hari kita mendpatkan pemimpin yang telah tau hakikat dan tanggung jawab seorang pemimpin , amin.

    Alfi Fatimah K . XI IPA 3

    BalasHapus
  5. saya setuju..
    pemikiran pemimpin seperti itulah yg seharusnya dicontoh oleh semua orang terutama para penjabat-penjabat negara diIndonesia ini.
    karena diIndonesia kebanyakan orang yang kaya akan bertambah kaya sedangkn yang miskin hidupnya tambah sengsara..
    apa penjabat-penjabat itu tidak pernah memikirkan rakyat yang susah..padahal kekayaan mereka kadang hanya untuk dhambur-hamburkan saja..

    mudahan para pemimpin indonesia bisa berpikir bahwa keberhasilan suatu negara itu juga bisa berkembang apabila para rakyat sudah mempunyai kehidupan yang cukup.

    Rizky amalia _XI-Ipa-3

    BalasHapus
  6. sudah saatnya para pejabat yg hanya bisa menyedot uang rakyat membuka mata dan sadar akan jabatan dan pertanggungjawabannya. kami tidak butuh keperkasaanmu atau caramu memikat hati rakyat, tapi caramu menyejahterakan rakyat Indonesia!
    semoga para pemimpin kita dibukakan pintu hatinya dan sadar akan kewajibannya

    Indri Astari XI IPA 4

    BalasHapus
  7. sangat setuju sekali :bd
    zaman sekarang ini yang kaya semakin kaya dan yang mikin semakin miskin. sampai-sampai masih banyak sodara kita yang berada jauh disana yang meninggal karena kelaparan. saya harap para pejabat dan pemerintah yang berwenang lebih memperhatikan masalah tsb.

    sulianti indah sari XI IPA 3

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tokoh Idola Untuk Pendidikan Karakter

Belanda Minta Maaf, tetapi ...

Rumah Proklamasi Akan Dijual Pemiliknya