Rumah Proklamasi Akan Dijual Pemiliknya

KARAWANG. (PR).-

Rumah di Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengas-dengklok. yang dijadikan tempat perumusan naskah proklamasi oleh Bung Karno dan Bung Hatta, akan dijual oleh pemilik rumah, keluarga Jiaw Kie Siong. Pasalma. keluarga merasa salah satu tempat sejarah ini tidak diperhatikan pemerintah.

"Keinginan untuk menjual ini sudah menjadi kesepakatan keluarga. Sebenarnya untuk perawatan, kami tidak terlalu keberatan. Namun, kami melihat pemerintah pusat ataupun daerah seperti tidak peduli saja dengan salah satu bangunan bersejarah di Indonesia." ujar Yayang (60). cucu dari Jiaw Kie Siong. Selasa (5/4).


Semua foto diatas adalah karya Nicky siswa XI IPA 2

Yayang mengatakan, rencana penjualan rumah proklamasi telah ditawarkan sejak satu tahun lalu. Bahkan. Pemkab Karawang pun pernah menawar harga Rp 600 juta, tetapi penawaran tersebut dianggap kurang dari penawaran yang diajukan keluarga.

"Kami inginnya rumah ini milik pemerintah pusat atau Pemkab Karawang agar bisa dikelola dengan baik dan menjadi salah satu tempat sejarah yang diperhatikan dan menjadi objek wisata. Penawaran Rp 600 juta kecil bagi kami dengan luas tanah 1.080 meter persegi." ucapnya.

Saat ini rumah tersebut merupakan warisan Jiaw Kie Siong untuk sembilan cucunya. Pemugaran rumah, kata Yayang, pernah dilakukan pada 2006. Namun, tidak semua diperbaiki hanya bagian atapnya. "Sampai saat ini. setiap bulan kami hanya menerima uang kebersihan Rp 300.000 dari Badan Peneliti Perumahan Purbakala, tetapi itu tidak rutin." katanya.

Sementara kunjungan dari berbagai wilayah di Indonesia ke rumah tersebut tidak dipungut biaya. Semua yang datang berkunjung hanya membrikan uang seikhlasnya.

Yayang menuturkan, pengambilalihan rumah ini bukan merupakan transaksi jual-beli. Ia dan keluarga tentu akan bersedia memberikan rumah sejarah itu kepada pemerintah untuk dijadikan aset sejarah bangsa.

"Hanya, apa jaminan dari pemerintah kepada keluarga yang telah mempertahankan dan menghormati nilai sejarah di rumah tempat teks proklamasi kemerdekaan dirumuskan. Bisa saja kami memberikan kepada pihak swasta yang telah berminat pada rumah ini. Namun, itu tadi, ini bukan urusan jual-beli," katanya.

Yayang dan keluarga merasa rumah bersejarah tersebut tidak mendapat perhatian serius dari instansi terkait untuk mempromosikan keberadaan dan lokasi rumah sejarah kepada para wisatawan. Keberadaan dan lokasi rumah itu tidak memiliki penunjuk arah seperti perhatian yang ditunjukkan pada Candi Jiwa Baru isya.

"Masa bangsa yang berhutang jasa, lalu kami yang harus mempromosikan kepada wisatawan perihal rumah persembunyian pejuang bangsa yang hendak memproklamasikan kemerdekaan 16 Agustus 1945 silam," ujarnya.

Rumah Jiaw Kie Siong ini, selain menjadi tempat merumuskan teks proklamasi, juga menjadi saksi sang saka Merah Putih pertama yang dijahit oleh Fatmawati. (A-186)***

Sumber : Pikiran Rakyat, 6 April 2011

Komentar

  1. Wah, sayang banget lho! Padahal rumah proklamasi merupakan bukti sejarah otentik yang amat penting dimiliki Indonesia. Bukti sejarah seharusnya kita jaga keasliannya, supaya rakyat Indonesia akan selalu teringat pada proklamasi kita.

    Ichsan. R, XI IPA 3 (18)

    BalasHapus
  2. seharusnya pemerintah lebih memperhatikan masalah rumah ini, karena sebagai salah satu tempat paling bersejarah di indonesia tidaklah cukup hanya mendapat dana kebersihan Rp.300.000 per bulan dengan pengunjung yang padat per harinya. Atau bila sangat diperlukan, seharusnya setiap kunjungan dipungut dana yang bukan seikhlasnya.


    Cindy Zalisya A
    XI-IPA 2

    BalasHapus
  3. saya sangat tidak mendukung penjualan rumah ini karena ini merupakan salah satu sisa-sisa kemerdekaan yang paling berharga. kalaupun ingin dijual seharusnya dijual ke negara dengan harga yang pantas.


    ChiKa RifanIa OktaViera
    XI-IpA 2

    BalasHapus
  4. menurut saya sebaiknya rumah itu dijadikan milik negara saja, soalnya di rumah itu ada peristiwa yang sangat berharga bagi rakyat indonesia, rumah itu menjadi sejarah kemerdekaan indonesia


    *saras nutya hastari XI IPA 2

    BalasHapus
  5. Saya rasa sebaiknya rumah tersebut dibeli oleh pemerintah, lalu dijadikan museum agar sejarah yg ada bisa diteruskan kepada generasi indonesia selanjutnya.

    Afina Muthi Tsanya (XI IPA 2)

    BalasHapus
  6. Menurut saya sebaiknya rumah ini tidak perlu di jual karena nilai sejarah rumah ini sangat lah tnggi dan tidak pantas di hargai 600 jt rupiah. Seharusnya yang membeli adalah pihak negara bukan pihak lain.

    Charul fadli (XI IPA 2)

    BalasHapus
  7. Rumah ini merupakan rumah yang bersejarah bagi Indonesia, jadi menurut saya sayang sekali jika rumah ini di jual begitu saja. Seharusnya rumah ini di lindungin oleh pemerintah.


    Fakhri Saefullah N ( XI IPA 2 )

    BalasHapus
  8. Rumah ini sangat bersejarah banyak mengandung sejarah perjuangan kemerdekaan indonesia.tidak dapat diperjual belikan dan sangat tidak pantas untuk di monopoli seharusnya negara peduli atas sejarah bangsa indonesia.


    M Naufal Arighi (XI IPA 2)

    BalasHapus
  9. pemerintah harus tegas dong! udah kesekian kalinya masalah ini muncul di media. aset penuh sejarah ini penting untuk diselamatkan. masa iya gedung dpr baru seharga trilyunan ga jadi masalah tapi rumah yg mengandung sejarah berdirinya negara ini dihargai 1 milyar masih kemahalan. kita ga boleh lupa bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan dan sejarah bangsa. jangan sampe kita jadi bangsa kerdil!

    ilman dzikri 11 ipa 3 sman 20 bandung

    BalasHapus
  10. *kalaupun rumah ini dijual kepada yang memang minat/peduli...kenapa tidak.tentunya dengan syarat tidak 'merenovasi' nilai sejarah pada rumah tsb.
    saya ragu pemerintah akan merawatnya dengan baik walaupun keluarga Jiaw Kie Siong bersedia memberikan rumah tsb untuk dijadikan aset sejarah bangsa karena mereka menyatakan "...merasa salah satu tempat sejarah ini tidak diperhatikan pemerintah".
    pemerintah mungkin 'sibuk' dengan masalah lain, jadi mengapa harus menunggu pemerintah pusat yang tidak pasti?
    pemkab sudah menunjukan kepedulian.
    *sebenernya kalau masalah kurang atau lebihnya dalam penawaran harga 'rumah proklamasi',saya yakin tidak ada yang tepat.karena nilai sejarah tak terhingga

    yasmin zahra azizah xi ipa 3

    BalasHapus
  11. menurut saya berapapun harga yang org tawarkan ke rumah proklamasi tersebut tidak akan sebanding dengan sejarahnya, kita seperti kacang yang lupa kulitnya, pemerintah sibuk dengan permasalahan2 masa kini, tapi bukan berarti melupakan sejarah, sebenarnya tidak ada salahnya rumah itu di jual, tapi dengan catatan pihak yang membeli rumah tersebut lebih concern dan lebih bertanggung jawab dari pemerintah,
    pemerintah menghambur-hamburkan uang triliyunan cuma buat gedung baru DPR, tapi ngurus bangunan bersejarah aja gak bisa...

    Dara nursafira Rasyid XI-IPA-2

    BalasHapus
  12. Menurut saya,sangat sayang sekali jika rumah tempat terjadinya peristiwa perumusan teks proklamsi tersebut akan dijual. karena sebagai bukti fisik yang sangat berharga bagi anak cucu kita dimasa mendatang tentang sejarah dimasa lalu. saya juga memberikan saran kepada pemerintah agar memperhatikan peninggalan-peninggalan dimasa lalu agar peninggalan tersebut tetap terawat, terjaga, dan terpelihara. mengapa pemerintah dapat membangun gedung DPR yang seharga triliunan tetapi tidak bisa merawat rumah perumusan teks proklamasi. itu sangat ironis sekali..

    Sulianti Indah Sari XI - IPA 3

    BalasHapus
  13. Menurut saya tindakan keluarga Jiaw Kie Siong tidak sepenuhnya salah. Menurut saya, tindakan yg keluarga tersebut lakukan memang sepantasnya dilakukan untuk membuka mata para pemerintah, untuk lebih merawat aset yg telah diberikan para pejuang bangsa kita untuk merdeka. keluarga tersebut sudah berbaik hati untuk ikut merawat rumah proklamasi, tapi apa yg pemerintah berikan kepada mereka ? hanya dana seadanya dan itu pun terkadang tidak diberikan. Apakah pemerintah tidak menghargai masa lalu bangsa mereka ? Kalau tidak ada rumah proklamasi yg berjasa tersebut, tidak akan ada proklamasi, mungkin sampai sekarang negara kita masih dijajah. Memang sudah seharusnya pemerintah diberi peringatan agar lebih memedulikan sejarah.

    Greata Adelia S. XI IPA 2

    BalasHapus
  14. Pemerintah semakin menunjukkan citra negatifnya. Demi kepentingan mereka, dengan proses yg singkat dan cepat pemerintah mengeluarkan dana yg sangat besar untuk membangun gedung DPR baru. Tapi untuk mempertahankan peninggalan sejarah seperti rumah ini pemerintah seakan berat mengeluarkan dana pengeluaran dan pemeliharaannya.

    Anandya Vanessa. XI IPA 2

    BalasHapus
  15. Assalaamu'alaikum warohmatullah wabarokaatuh

    Kebetulan Rumah Proklamasi ini berdekatan dengan rumah nenek saya. dan saya dengar itu benar sekali rumah itu yang kini sudah tidak diurus dan rumah itu akan di jual. yang saya dengar pihak Pemda Karawang membeli rumah itu seharga Rp 600 Juta. tetapi Penawaran Rp 600 juta kecil bagi cucu dari Jiaw Kie Siong. dengan luas tanah 1.080 meter persegi itu.

    Kita dapat simpulkan. betapa indahnya jika kita PATUNGAN untuk membeli rumah itu seharga 10 Tiriliun dan membuat keluarga itu bahagia atas UANG yang iya terima dan Sejarah Proklamasi Akan kita kenang selamanya. Rumah itu Milik Kita SEMUA! karena Pristiwa yang begitu penting juga sulit para perjuang untuk memerdekakan negara INDONESIA.
    Apa kata Dunia??

    Wa’alaikumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh

    -Niky Suryadi-
    -XI IPA 2-

    BalasHapus
  16. Ya, menurut saya tidak masalah jika rumah itu dijual ke pihak swasta/investor yang berminat untuk melakukan pemugaran dan perawatan. daripada hanya dibiarkan terbengkalai dan menjadi bahan pembicaraan di dunia maya (tanpa ada aksi nyata). Ya ya ya, mungkin ini akan terlihat sedikit kejam tapi saya rasa orang tidak ingin mengunjungi situs sejarah yang 'tidak menarik' kecuali orang tersebut memiliku urgensi untuk penelitian pribadi.
    Menurut saya, investor akan bertindak lebih profesional dalam menangani rumah ini. Mereka pun pastinya mengerti akan arti sejarah pada rumah ini. Pemilik rumah ini juga pastinya mengerti pada siapa rumah ini harus dijual. Walaupun akhirnya akan berujung pada bisnis tapi toh jika memang memberi dampak baik bagi perkembangan pendidikan dimasa depan mengapa tidak?

    Hasna Satya Dini (XI IPA 4)

    BalasHapus
  17. Pada akhirnya kita tidak bisa menyalahkan pihak manapun,toh dengan menyalahkan salah satu pihak tidak akan berpengaruh besar terhadap pendiriannya.
    Pihak dari keluarga keturunan Jiaw Kie Song sudah mengurusi rumah tersebut selama bertahun tahun dan mungkin merasa kurang dihargai dgn hanya diberi Rp 300.000 untuk uang kebersihan, di sisi lain pihak pemerintah kurang memperhatikan rumah tersebut.tentu saja jika dijual akan menimbulkan dampak dampak tertentu, positif ataupun negatif tergantung kepada siapa rumah itu dijual, semoga saja jika pihak keluarga sungguh sungguh ingin menjual rumah tersebut, terjual pada orang yang tepat, dan saya lebih berharap rumah itu terjual kepada pihak pemerintah, semoga pemerintah terbuka hatinya... buat gedung baru bermiliyar miliyar (kalo ga salah katanya sampai triliunan malah...)aja bisa... masa buat beli ginian yang berapa ratus juta ga bisa...

    Muhammad Fakhri Faiz
    XI IPA 3

    BalasHapus
  18. kalau pihak pengelola ingin menjual rumah tersebut menurut saya sah-sah saja, karena toh simbol sejarah ini dikelola sendiri dengan bantuan uang kebersihan. Sehingga penjulan kepada pihak swasta/investor dapat membuat rumah bersejarah ini lebih terjamin dan terawat.
    Namun kita sebagai generasi juga harus tetap mempertahankan simbol sejarah negara.

    BalasHapus
  19. Pemerintah kurang tanggap dalam menghadapi masalah-masalah seperti ini karena kejadian seperti ini terulang kembali berkali-kali. Pemerintah harusnya memberikan anggaran lebih untuk perawatan aset bersejarah seperti ini. Ingat bahwa orang yang belajar sejarah adalah orang yang arif dan bijak. Dan dalam Al-Qur'an pun kita diwajibkan bercermin dan belajar dari sejarah.

    BalasHapus
  20. wajar jika keluarga Jiaw Kie Siong akan menjual rumah tersebut, toh pemerintah sendiri tidak memperhatikan warisan sejarah yang seharusnya dipelihara meskipun sebenarnya rumah itu berpotensi menjadi tempat wisata yang dapat dapat menghasulkan devisa bagi negara..lagipula mungkin dengan adanya pihak swasta yang membeli rumah tersebut akan menjadi lebih terpelihara dan warisan sejarah di dalamnya akan terjaga

    Isma F/XI A1

    BalasHapus
  21. Pemerintah yang seharusnya memberi contoh yang baik terhadap rakyat tentang pemeliharaan aset-aset yang sangat berarti bagi bangsa ini, malah tidak memperhatikan urusan ini. sungguh ironi sekali. Tapi mudah-mudahan kelak pemilik baru hunian bersejarah itu dapat menjaga aset sejarah yang sangat berperan signifikan dalam kelahiran bangsa yang indah ini. Bila tak ada rumah itu, mungkin kah akan muncul bangsa yang elok ini?? Wallahua'lam bishowab

    Latif Wahyu
    XI IPA 5

    BalasHapus
  22. bagaimana tanggapan pemerintah tersebut sungguh ironi sekali. mereka seperti membuang masa lalu yang telah membuat Indonesia menjadi merdeka. tempat bersejarah seperti ini seharusnya selalu diperhatikan dan dijaga agar kita tak melupakan perjuangan para pahlawan kita. kita sebagai penerus bangsa seharusnya pun memperhatikan ini karena kelak mungkin anak cucu kita ingin mengetahui dimana tempat perumusan proklamasi Indonesia berada.

    Ekky Kurniawan M.
    XI ipa 1

    BalasHapus
  23. Memang sangat disayangkan. Tetapi, pemilik rumah tersebut pasti memiliki alasan mengapa menjual rumah tersebut. Siapa pun pihak pembelinya, menurut saya tidak masalah asalkan dia bertanggungjawab atas rumah tersebut.
    Sudah banyak masalah tentang aset-aset sejarah kita. Ternyata, kita belum bisa belajar dari sejarah dan memaknai pentingnya sejarah..

    Hadiati Rabbani
    XI IPA 3

    BalasHapus
  24. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Pemerintah memang tidak peduli dengan rumah tersebut? Atau sedang dalam upaya menyelesaikan masalah tersebut?
    Banyak sekali permasalahan yang terjadi di Indonesia mulai dari dalam negeri hingga urusan luar negeri. Karenanya banyak rakyat Indonesia yang menganggap bahwa pemerintah tidak becus dalam menyelesaikan permasalahan2 yang ada
    Jikalau memang pemerintah tidak peduli dengan rumah tersebut. Itu berarti tinggal urusan si pemilik rumah. Terserah dia mau menjualnya atau tidak. Tapi... sebagai warga negara yang baik, kita sebaiknya harus menghargai sejarah. Karena sejarah merupakan pelajaran yang sangat baik dan berarti bagi kehidupan mendatang.
    Yah, kalau mau, bagi pecinta sejarah yang memiliki kelebihan harta. Silahkan beli rumah tersebut dan tolong urus dengan baik.
    Lebih baik lagi... Bener kata Niky, coba kita patungan 100 rupiah aja. Jumlah penduduk Indonesia kan kurang lebih ada 200 juta jiwa. 100 kali 200 juta sama dengan 20.000.000.000 rupiah. Pemilik rumah pasti puas dong!! Kalo nggak puas juga, KETERLALUAN! saya aja ga punya uang segitu.
    Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Hafizh Fadhlul Kabir
    XI IPA 2

    BalasHapus
  25. Sebaiknya rumah proklamasi jangan dijual, karena merupakan aset sejarah bangsa Indonesia dan merupakan bukti fisik bagi generasi kedepan. Tetapi sebenarnya, hal tersebut bukan sepenuhnya kesalahan dari keluarga Jiaw Kie Siong. Karena keluarga Jiaw Kie Siong pun tidak mendapatkan jaminan hidup yang layak dari pemerintah. Pantas saja mereka melakukan tindakan tersebut. Seharusnya pemerintah lebih tanggap akan hal-hal yang menyangkut budaya,sejarah,rakyat,dan masalah-masalah kenegaraan daripada mengurusi pembangunan gedung DPR yang memakan biaya sangat besar.

    Rizka Amirah R.
    XI-IPA4

    BalasHapus
  26. orang rumah ini ga diurus oleh pemerintah. Wajar aja klo mau di jual. Pemerintah lihat lah ke belakang bagaimana soekarno dkk. dlm memperjuangkan kemerdekaan ini. Salah satunya ya rumah ini tempat yg begitu amat penting dlm kemerdekaan ini. Intinya pemerintah hrs tanggap lah.

    Ikang
    XI IPA1

    BalasHapus
  27. menurut saya sah-sah saja keluarga Jiaw Kie Siong menjual rumahnya karena itu memang hak mereka dan lagipula mereka sudah menawarkan pada pemerintah tetapi penawaran pemerintah memang terlalalu murah. Tetapi keluarga Jiaw Kie Siong harus mencari pembeli yang akan merawat rumah itu dengan baik bukan dengan orang yang berencana menghancurkan rumah itu dan dibangun sesuatu yang baru. Lagipula rumah tua seperti itu harus dirawat dengan baik jangan sampai dicap angker

    Lusi R
    XI-IPA 4

    BalasHapus
  28. Kesalahan tidak sepenuhnya ada di tangan pemilik rumah dan pemerintah. Kelihatannya pemerintah tidak terlalu tertarik san pemilik rumah pun tidak punya dana yang cukup untuk merawat peninggalan tersebut. Jika begini, lebih baik rumah itu dijual, setidaknya peninggalan sejarah tersebut bisa lebih terawat daripada dibiarkan terbengkalai seperti itu.

    Immay RNP XI IPA 4

    BalasHapus
  29. menurut saya rumah proklamasi merupakan aset sejarah bangsa indonesia yang sangat berharga tidak selayaknya untuk diperjual belikan seharusnya pemkab karawang berusaha keras supaya rumah proklamasi tidak diperjual belikan dan perlu juga pengurus kebersihan yang bekerja di rumah proklamasi diberikan upah yang sewajarnya

    sulistio.b
    x1 ipa-2

    BalasHapus
  30. wah, wah.. satu lagi kasus mengenai peninggalan sejarah Indonesia. lagi-lagi, ketidakpedulian pemerintah menjadi penyebab utama. menurut saya, keputusan keluarga Jiaw Kie Siong sah-sah saja. saya setuju dengan keputusan mereka. dari pada dibiarkan terbengkalai, lebih baik diserahkan kepada pihak lain yang mampu memelihara aset berharga negara kita itu. semoga Indonesia tidak menjadi bangsa yang melupakan sejarah.

    Adela H.F. - XI IPA 1

    BalasHapus
  31. seharusnya sejarah menjadi salah satu identitas bangsa, karna siapa yang tidak mengenal asal mula dia berada maka dia tak mengenal dirinya sendiri

    M Dika Setia A
    XI IPA 1

    BalasHapus
  32. pemerintah setempat memang salah terkait dgn masalah terbengkalainya "Rumah Proklamasi" sehingga rumah itu akan dijual. Pemerintah kurang memperhatikan bangunan ini. Mereka seperti tidak menganggap nilai historis dr bangunan ini. Malah menurut saya bangunan ini seharusnya dijadikan aset negara.

    Tetapi menurut saya adalah hal yg cukup sulit apabila ingin mempromosikan bangunan ini sbg objek wisata. alasannya adalah sebagai berikut:
    1. turis yg datang pasti hanyalah turis domestik saja. Karena tdk semua turis mancanegara tahu dan mengerti tentang sejarah indonesia.
    2. Perlu dilakukan bbrp "pemolesan" pada rumah tersebut sebelum dijadikan objek wisata yg layak. Setidaknya buatlah gedung tersebut agar terlihat seperti museum yg layak dikunjungi. tapi sekali lagi ini adalah masalah keseriusan pemerintah dalam pengelola

    Menurut saya rumah ini sangat penting untuk dipertahankan dan dirawat. Adalah sangat miris bila rumah ini akhirnya terbengkalai oleh karena kepengurusan dari pemerintah yang kurang memperhatikan rumah itu.

    Adrian XI IPA 1 / 03

    BalasHapus
  33. Sebaiknya rumah tempat perumusan naskah proklamasi ini tidak dijual malah seharusnya diambil alih oleh pemerintah pusat. Setelah diambil alih oleh pemerintah pusat diharapkan rumah proklamasi ini dapat dimanfaatkan sebagai aset tempat bersejarah bangsa. Dan sebagai penggantian rumah tersebut pemerintah sebaiknya memberikan kompensasi yang kepada keluarga Jiaw Kie Siong yang sesuai dengan pengabdiannya selama ini dalam merawat rumah bersejarah milik bangsa.


    Nur Indah Fujidillah
    XI IPA 1

    BalasHapus
  34. Sebaiknya rumah bersejarah tersebut tidak dijual oleh pihak pengelola karena merupakan saksi bisu dari perumusan teks proklamasi kemerdekaan negara kita dan seharusnya pemerintah pusat maupun daerah berinisiatif untuk mengelola rumah tersebut, seperti dengan suntikan dana, perenovasian bangunan, tanda jasa pada keluarga pengelola, dan promosi supaya rumah tersebut dikenal oleh para turis, baik domestik maupun luar negeri.

    Auditio Mandhany
    XI IPA 1

    BalasHapus
  35. Rumah bersejarah ini selayaknya dijadikan sebuah bangunan sejarah yang harus dijaga dan dipelihara oleh pemerintah. Karena dengan adanya bangunan bersejarah membuktikan bahwa telah terjadi peristiwa penting yang menyangkut kehidupan bangsa. Untuk itu apabila ada kasus penjualan bangunan bersejarah seharusnya pemerintah lebih tegas dalam menanganinya, memang penjualan rumah adalah hak pemilik tetapi pemerintah harus lebih cepat dan tanggap memberikan solusi agar rumah tersebut tidak dijual ke pihak asing atau swasta, yaitu dengan pemerintah itu sendiri yang membelinya. Toh sesudah dibeli bangunan bersejarah tersebut bisa dijadikan sebuah museum sehingga masyarakat dapat mengunjungi wisata bersejarah.

    Sri Wahyuni
    XI IPA 4

    BalasHapus
  36. sebaiknya rumah ini tidak di jual karena rumah ini terkandung sejarah yang sangat berarti bagi bangsa indonesia. karena trumah ini menjadi tempat perumusan teks proklamasi kemerdekaan indonesia. sebaiknya dan seharusnya rumah ini di lestarikan dan di jaga dengan baik.

    Rizka Eka AP
    XI IPA 1

    BalasHapus
  37. Seharusnya rumah tersebut tidak dijual, karena bagaimanapun juga rumah itu adalah salah satu peninggalan bersejarah bagi Indonesia. Jangan sampai Indonesia menjual barang peninggalan bersejarah, termasuk rumah itu. Dan seharusnya pemerintah menanggapi penjualan rumah ini.


    Widya Rahma Yuniar
    XI IPA 1

    BalasHapus
  38. Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan bangunan bersejarah seperti ini dengan mengelola dan memliharanya. Tentu saja keputusan pemilik rumah untuk menjual rumah tersebut sudah melalui pemikiran yang matang, tetapi alangkah lebih baik apabila pemerintah dapat menangani dan memperhatikan nasib bangunan bersejarah seperti ini, agar dapat dipertahankan keutuhan dan nilai sejarah yang terkandung didalamnya.

    Mega Senoputri
    XI IPA 1

    BalasHapus
  39. menurut saya sebaiknya rumah ini jangan dijual karena kalau dilihat dari sejarah, rumah ini sangat penting bagi kemerdekaan Indonesia, sebaiknya pemerintah memelihara rumah ini dan jadikan tempat wisata agar dikenang generasi mendatang.

    Melisa putri
    XI IPA 1

    BalasHapus
  40. Menurut saya sebaiknya rumah itu dibeli oleh negara dan dirawat sebaik mungkin serta dijadikan salah satu objek wisata yang berguna bagi pendidikan, selain itu ini sebagai usaha kita mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan. Negara pun seharusnya memberikan tunjangan yang diperlukan untuk keluarga tersebut yang selama ini telah sukarela merawat rumah tersebut. Dan pemerintah jangan egois terhadap aset yang sangat menentukan masa depan negara kita ini.


    Nila Permata Amelia
    XI IPA 1

    BalasHapus
  41. pemerintah seharusnya mengambil inisiatif serius dengan membeli rumah prokalmasi dari keluarga Jiaw Kie Siong,deangan harga yang sesuai dengan nilai yang terkandung dalam rumah proklamasi tersebut. pemerintah diharapkan lebih menghargai terhadap nilai-nilai yang terkandung di rumah proklamasi dan bisa menjaga keawetan rumah proklamasi itu sehingga masih dapat dilihat oleh generasi mendatang.


    Hariyanto XI IPA 1 17

    BalasHapus
  42. Menurut saya pemerintah sudah seharusnya lebih memerhatikan situs2 sejarah yang ada. jangan sampai rumah proklamasi yang menyimpan sejarah yang sangat berharga ini dijual kepada pihak swasta. Sudah menjadi kewajiban pemerintahlah untuk melindungi situs bersejarah tersebut. Berapa pun harga yang ditawarkan oleh pihak swasta tidak akan sebanding dengan nilai sejarah yang ditinggalkan dari rumah proklamasi ini. Sebaiknya diadakan perawatan secara rutin atau perbaharuan agar peninggalan2 sejarah tidak punah. Ingatlah bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya

    Avira Riska
    XI-IPA-2

    BalasHapus
  43. menurut saya rumah itu harus dipelihara oleh pemerintah setempat, karena rumah itu merupakan salah satu warisan sejarah indonesia yg sangat penting bagi bangsa indonesia. rumah itu pula adalah rumah yang sangat bersejarah karena merupakan tempat pembuatan teks proklamasi kemerdekaan indonesia. setidaknya kalaupun dijual harus kepada pemerintah setempat jangan jatuh ke pihak swasta.

    BalasHapus
  44. Menurut saya itu memang hak pemilik rumah untuk menjual rumah tersebut. Jika memang dijual kepada pihak swasta yang bisa membuat rumah ini menjadi lebih baik lagi dan bisa menjadi aset wisata, pendidikan dan sejarah yang lebih baik lagi, Mengapa tidak?
    Tetapi alangkah baiknya bila pemerintah harus lebih serius untuk mengurusnya. Bisa dengan memberi biaya lebih atau dengan mengirimkan pegawai untuk mengurus rumah ini. Karena biar bagaimanapun juga rumah ini merupakan saksi sejarah kemerdekaan Indonesia

    Dhika Rosari Purba
    XI IPA 4 (8)

    BalasHapus
  45. Saya prihatin sekali dengan sikap pemerintah yg kurang memperhatikan tempat"bernilai bersejarah. Seharusanya pemerintah itu dapat mengelola dan mempublikasikan tempat tersebut kpd para wisatawan,krn tempat trsbt dpt membuat wisatawan mempelajari nilai" sejarah yg dimiliki oleh Indonesia dan dapat menumbuhkan kembali rasa nasionalisme yg telah lama hilang.Jika mau dijual,pemerintah lah yg sebaiknya membeli rumah tsb

    YOSEPHINE P (XI IPA 5)

    BalasHapus
  46. menurut saya, sangat disayangkan jika rumah itu dijual dan mungkin saja nantinya rumah itu digunakan atau dibangun untuk digunakan sebagai toko misalnya. bukan kah rumah itu dulunya pernah sebagai saksi bisu yang sangat bersejarah bagi bangsa ini. dan seharusnya Pemerintah turun tangan atas rumah itu yang seharusnya di budidayakan. atau dijadikan museum sehingga anak-anak indonesia bisa mengunjungi rumah itu. dan keuntungannya jika banyak yang mengunjungi museum itu, dana yang telah didapatkan bisa untuk merenovasi rumah itu agar tetap kuat bngunannya,tapi tidak dengan merubah semua bentuk sebelumnya dri rumah itu. karena bagaimanapun juga rumah itu harus tetap apa adanya agar tetap terasa suasana jaman dulu.

    XI_ipa3

    BalasHapus
  47. kadang orang-orang jaman sekarang tidak menyadari bahwa kehidupan mereka yang damai berasal dari perjuangan pahlawan dahulu dalam mencapai proklamasi. mereka tidak mengharagai itu. tidak menghargai peninggalan sejarah yang sangat penting.

    syifa bunga XI IPA 1

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tokoh Idola Untuk Pendidikan Karakter

Belanda Minta Maaf, tetapi ...